Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 11 September 2020

Kilas Pasar

 

Pada perdagangan Kamis (10/9), indeks saham Amerika Serikat tercatat melemah. Dow turun 405,89 poin, atau 1,45%, menjadi 27.534,58. S&P 500 turun 1,8% menjadi 3.339,19. Sementara Nasdaq Composite juga turun 1,99% menjadi 10.919,59.

 

Dari pasar saham Eropa, indeks juga tercatat menlemah secara kompak. FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup turun 9.52 poin atau 0,16% menjadi 6,003.32 dan 2,17 poin atau 0,59% menjadi 367,48.

 

Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.855,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent bersamaan menguat masing-masing sebesar 0,19% dan 0.68%.

 

Prediksi Hari Ini

 

Pasar diperkirakan bergerak mix  cenderung melemah hari ini masih merespon pemberlakuan kembali pembatasan sosial berskala besar untuk wilayah DKI Jakarta. Dari pasar Asia, indeks Nikkei 225 pagi ini dibuka menguat sebesar 0,02% dan 1,07%, sedangkan Kospi melemah 0,04%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat menguat. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,46%, 0,45% dan 0,54%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mendesak negara-negara di Asia Tenggara untuk memutus hubungan dengan perusahaanperusahaan Tiongkok yang membantu pembangunan pulau buatan di Laut Tiongkok Selatan (LTS). Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan puncak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) di Hanoi, Vietnam, Kamis (10/9), yang dibayangi berbagai masalah perseteruan antara AS-Tiongkok, mulai dari perdagangan hingga virus corona Covid-19. Ketegangan antara dua negara adidaya tersebut juga meningkat di seputar isu LTS.

 

Pemerintah Inggris melakukan pembicaraan darurat dengan Uni Eropa (UE) pada Kamis (10/9), setelah mendapat peringatan akan menghadapi gugatan hukum terkait rancangan undang-undang (RUU) Brexit yang baru. Amerika Serikat (AS) ikut campur dengan mengingatkan Inggris untuk memenuhi kewajiban terhadap Irlandia Utara.

 

Pemerintah berencana untuk melanjutkan program bantuan subsidi gaji hingga 2021 dari semula hanya dari September sampai Desember 2020. Ini dilakukan untuk mendorong daya ungkit sisi permintaan (demand) masyarakat, yang kemudian bisa mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN).

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—11-September-2020.pdf