Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 10 September 2020

Kilas Pasar

 

Pada perdagangan Rabu (9/9), indeks saham Amerika Serikat tercatat menguat. Dow menguat 439,58 poin, atau 1,6%, menjadi 27.940,47. S&P 500 naik 2% menjadi 3.398,96. Sementara Nasdaq Composite naik 2,7% menjadi 11.141,56. Rebound dari saham-saham teknologi mendorong pasar secara keseluruhan untuk kembali naik setelah koreksi selama 3 hari.

 

Dari pasar saham Eropa, indeks juga tercatat menguat secara kompak. FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup turun 82.54 poin atau 1,39% menjadi 6,012.84 dan 5,90 poin atau 1,62% menjadi 369,65.

 

Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.785,0 melemah dari Rp 14.760,0 pada penutupan kemarin. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent bersamaan melemah masing-masing sebesar 0,92% dan 0.20%.

 

Prediksi Hari Ini

 

Pasar diperkirakan bergerak mix  cenderung melemah hari ini merespon keputusan pemberlakuan kembali pembatasan sosial berskala besar untuk wilayah DKI Jakarta. Meski demikian, terdapat sentiment positif dari pasar Asia dimana indeks Nikkei 225 dan Kospi pagi ini dibuka menguat masingn-masing sebesar 0,65% dan 1,07%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga menguat. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,10%, 0,12% dan 0,32%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Dari Inggris, AstraZeneca menghentikan uji coba vaksin virus korona setelah subjek penelitian menderita penyakit. Hal ini menimbulkan keraguan pada prospek peluncuran awal salah satu vaksin COVID-19 tercanggih yang sedang dikembangkan.

 

Sederetan negara mulai Brunei Darussalam, Australia, Arab Saudi, Jepang, Malaysia hingga Amerika Serikat menutup pintunya untuk Warga Negara Indonesia sejalan dengan perkembangan kasus COVID-19 dalam negeri. Per 8 September 2020, total kasus Covid-19 bahkan menembus 200.000 sehingga Indonesia menjadi negara kedua dengan jumlah kasus virus Corona terbanyak di kawasan Asia Tenggara.

 

Bank Indonesia (BI) menyatakan, pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah pada Rabu (9/9) dipicu oleh sikap menghindari risiko para investor atas ketidakpastian akhir dari pandemi  Covid-19, menyusul hasil uji coba vaksin yang tidak sesuai ekspektasi. Selain itu, ketegangan antara Amerika dan Tiongkok, ketidaksepakatan negosiasi Brexit, serta kontraksi pertumbuhan ekonomi Eropa juga memicu pelemahan tersebut.

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-September-2020.pdf