Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 26 Juni 2020

Kilas Pasar

 

Indeks saham di Amerika Serikat tercatat menguat tajam pada akhir perdagangan kemarin. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat menguat masing-masing 1,2%, 1,1%, dan 1,1%.

 

Indeks di Eropa juga tercatat menguat, walaupun tidak setinggi indeks di AS. FTSE 100 dan Stoxx 600 tercatat menguat masing-masing 0,4% dan 0,7%. IHSG ditutup melemah 1,4% kemarin.

 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat melemah, pagi ini diperdagangkan pada level Rp14.260. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent, tercatat masing-masing menguat 0,9% dan 1,1%.

 

Prediksi Hari Ini

 

Pasar diperkirakan menguat hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 dan Kospi tercatat menguat masing-masing 1% dan 0,8%. Indeks futures di Amerika Serikat tercatat naik. Dow Jones melemah 0,1%, sementara S&P 500 dan Nasdaq menguat masing-masing 0,1%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan pasar terkait dengan adanya ketidakselarasan antara pasar keuangan dan riil dunia. Dikutip dari Reuters, dalam laporan terkini yang ditulis oleh Tobias Adrian dan Fabio Natalucci, pejabat Departemen Moneter dan Pasar Modal IMF, pihaknya mengatakan bahwa pasar modal dapat mengalami penurunan tajam yang kedua kalinya jika penyebaran Covid-19 tetap tinggi, diberlakukannya kembali pembatasan kegiatan ekonomi, atau meningkatnya kembali ketegangan perdagangan dunia. Sebagaimana kita ketahui bersama, pasar modal dunia relatif telah pulih pada bulan Juni ini walaupun data ekonomi dan penyebaran Covid-19 belum menunjukkan angka yang cukup menggembirakan. Sehari sebelumnya, Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath mengumumkan prakiraan pertumbuhan ekonomi global pada 2020 dapat mencapai negatif 4,9%.

 

Pemerintah secara resmi mempercepat penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) bagi wajib pajak badan berbentuk perusahaan terbuka mulai tahun 2020 ini , dari 25% menjadi 22%. Lewat Peraturan Pemerintah (PP) No. 30 Tahun 2020 tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka. Aturan ini merupakan aturan turunan dari Undang-Undang (UU) No. 2 Tahun 2020 ini dan berlaku sejak tanggal diundangkan, yaitu pada 19 Juni 2020. Dikutip dari Kontan, penyesuaian tariff atas PPh wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap menjadi 22% berlaku pada tahun pajak 2020 dan 2021.Tarif akan kembali turun menjadi 20% dan mulai berlaku pada tahun pajak 2022.

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

 

 

Regards,

 

SAM Investment

PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

Your Lifelong Investment Partner

 

Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

Contact: +62-21-28548800 | f. +62-21-8317474 | www.sam.co.id

 

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian-26-Juni-2020.pdf