SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 29 November 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 29 November 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat melemah pada hari Senin (28/11). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -1.45%, -1.54% dan -1.58%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 melemah sebesar -0.17%, STOXX600 terdepresiasi sebesar 0.65%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 15.650. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI menguat masing-masing sebesar 1.04% dan 0.09% diperdagangkan pada level US$ 84.14 dan US$ 77.31 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan tumbuh sebesar 0.35%, diikuti oleh NIKKEI Jepang yang terdepresiasi sebesar -0.50%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat menguat pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 0.02%, 0.14% dan 0.19%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan, realisasi anggaran telah mencapai Rp 84,3 triliun per 26 November 2022. Adapun, anggaran Kementerian PUPR tahun 2022 adalah Rp 121,4 triliun. “Realisasi pagu anggaran Kementerian PUPR per 26 November 2022 pukul 18.00 WIB sebesar Rp 84,3 triliun atau sebesar 69,4% dari total pagu Rp 121,4 triliun dengan realisasi fisik sebesar 75%,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI Senin (28/11). Basuki mengatakan, Kementerian PUPR juga melanjutkan Program Padat Karya Tunai (PKT) berupa pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan. Hal ini untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Adapun, untuk Program Padat Karya Tunai, realisasi keuangan saat ini sebesar Rp12,97 triliun atau sebesar 85,8% dari total pagu anggaran Rp15,11 triliun. Program tersebut telah menyerap tenaga kerja sebanyak 661 ribu orang atau 82,8% dari target 798 ribu orang. (Kontan)

Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memberi isyarat untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga acuan bulan depan. Dia juga sambil mengingatkan kepada warga Amerika Serikat bahwa The Fed masih akan melawan inflasi hingga 2023. Dilansir dari Bloomberg pada Senin (28/11/2022), Powell dijadwalkan untuk menyampaikan pidato, yang berfokus pada pasar tenaga kerja, di sebuah acara pada hari Rabu yang diselenggarakan oleh Brookings Institution di Washington. Dalam pidato tersebut, Powell akan menjadi salah satu yang terakhir dari pembuat kebijakan sebelum dimulainya periode tenang menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 13-14 Desember 2022.  Powell menggemakan sesama pejabat The Fed dalam memberi sinyal bahwa mereka akan mengerek suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada pertemuan terakhir tahun ini. Seperti diketahui, The Fed telah empat kali menaikkan suku bunga 75 basis poin berturut-turut. (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment


SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—29-November-2022.pdf