SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 27 September 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 27 September 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat melemah pada hari Senin (26/9). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -1.11%, -1.03%, dan -0.60%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 tumbuh sebesar 0.03%, STOXX600 terdepresiasi sebesar -0.42%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 15127. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI menguat masing-masing sebesar 0.80% dan 0.60% diperdagangkan pada level US$ 83.41 dan US$ 77.17 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan tumbuh sebesar 0.16%, diikuti oleh NIKKEI Jepang yang terapresiasi sebesar 0.72%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat menguat pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terapresiasi sebesar 0.63%, 0.69% dan 0.80%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 masih mencetak surplus hingga Agustus 2022. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, surplus APBN pada periode laporan sebesar Rp 107,4 triliun atau sebesar 0,58% dari produk domestik bruto (PDB). Keuntungan tak hanya terlihat di kinerja anggaran, bendahara negara menyebut keseimbangan primer hingga 31 Agustus 2022 mencetak surplus sebesar Rp 342,1 triliun. Seiring dengan kondisi tersebut, pembiayaan anggaran tercatat menurun 46,0% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 286,8 triliun. Sri Mulyani menyebut, dengan surplus APBN yang masih terjadi dan issuance utang yang jauh lebih rendah, strategi APBN ini menjadi tepat. Apalagi, di tengah ketidakpastian dunia yang menawarkan tantangan lebih besar. (Kontan)

Pengetatan moneter yang dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat The Fed, yang agresif menaikkan fed funds rate, memicu dana asing terus keluar dari Indonesia. Kementerian Keuangan mencatat, hingga 23 September 2022, foreign capital outflow telah menembus Rp 149,7 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Dolar AS yang ramai-ramai pulang kandang itu membuat rupiah terdepresiasi hingga kembali menembus level psikologis Rp 15.000 per dolar AS. Hal serupa dialami pasar negara berkembang yang lain. Kurs rupiah melemah 0,61% ke level Rp 15.129 per dolar AS pada Senin (26/9/2022) pukul 20.45 WIB. Rupiah sudah terdepresiasi 6,08% secara year to date (ytd). Meski demikian, nilai tukar rupiah masih termasuk lebih baik dibanding mata uang emerging markets yang lain, seperti baht Thailand yang tergerus 10,07% ytd. (Investor)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—27-September-2022.pdf