SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 09 Agustus 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 09 Agustus 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Senin (8/8). Dow menguat sebesar 0.09% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq melemah masing-masing sebesar -0.12% dan -0.10%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 tumbuh sebesar 0.57%. STOXX600 terapresiasi sebesar 0.74%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 14865. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI melemah masing-masing sebesar -0.55% dan -0.59% diperdagangkan pada level US$ 96.12 dan US$ 90.22 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.39% diikuti oleh NIKKEI Jepang yang melemah sebesar -0.85%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat tercatat menguat pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 0.14%, 0.09% dan 0.07%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim utang pemerintah Indonesia merupakan salah satu yang terkecil jika dibandingkan utang negara-negara lainnya. “Kalau ada orang bilang kita ada utang Rp7.000 triliun, benar. Tapi utang ini produktif,” kata Luhut dalam sambutannya di acara groundbreaking tol Serang-Panimbang Seksi 3 di Banten, Senin (8/8/2022). Lebih lanjut, Luhut menjelaskan bahwa utang pemerintah selama ini digunakan untuk sektor produktif misalnya untuk pembangunan jalan tol guna meningkatkan konektivitas dan memberikan banyak manfaat untuk masyarakat. (Bisnis)

Harga minyak mentah naik hampir 2% dalam perdagangan yang fluktuatif di awal pekan ini. Data ekonomi positif dari China dan Amerika Serikat (AS) memberi harapan untuk permintaan meskipun ada kekhawatiran resesi yang mengganggu. Senin (8/8), harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2022 ditutup naik US$ 1,73 atau 1,8% ke US$ 96,65 per barel. Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2022 ditutup di US$ 90,76 per barel, setelah naik US$ 1,75 atau 1,97%. Pekan lalu, kekhawatiran bahwa resesi dapat mengurangi permintaan energi mendorong harga Brent anjlok 13,7% ke level terendah sejak Februari. Itu adalah penurunan mingguan terbesar Brent sejak April 2020. Di saat yang sama, WTI ambles 9,7%. Kedua kontrak tersebut menutup beberapa kerugian pada hari Jumat setelah pertumbuhan pekerjaan di AS, konsumen minyak utama dunia, secara tak terduga naik pada bulan Juli. “Sekali lagi pengaruh makro telah merembes kembali ke pasar ini terutama yang berkaitan dengan jumlah tenaga kerja hari Jumat, ekonomi yang seharusnya memberi kita permintaan bensin yang jauh lebih baik daripada yang kita lihat,” kata John Kilduff, Partner di Again Capital LLC di New York. (Kontan)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—09-Agustus-2022.pdf