Buletin Bulanan Februari 2022 – Metaverse | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

Buletin Bulanan Februari 2022 – Metaverse

Download Newsletter – Februari 2022

Ulasan Pasar Global
Indeks saham global melemah di awal tahun

  • Pasar saham global cenderung mengalami pelemahan pada awal tahun ini dan relatif hanya sedikit indeks saham yang mencatatkan hasil positif di bulan Januari 2022. Indeks saham Brazil (BOVESPA) mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara indeks saham Korea Selatan (KOSPI) mencatatkan penurunan terbesar.
  • Indeks saham negara-negara berkembang relatif memimpin penguatan indeks saham global pada awal tahun ini. Indeks saham Brazil (BOVESPA), Filipina (PSEI), Afrika Selatan (FTSE/JSE), dan Indonesia (IHSG) memimpin penguatan. Di sisi lain, indeks saham Tiongkok (SHCOMP), Rusia (MOEX), Meksiko (S&P/BMV IPC), dan Malaysia (FBMKLCI) tertekan sejak awal tahun.
  • Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil negatif pada awal tahun ini, dipimpin oleh indeks saham Denmark (OMX Copenhagen), diikuti oleh Amerika Serikat (NASDAQ), Jepang (Nikkei 225), Swedia (OMX Stockholm), Amerika Serikat (S&P 500), Eropa (STOXX 600), dan Jerman (DAX). Hanya indeks saham Inggris (FTSE 100) yang tercatat menguat.


Grafik 1. Pergerakan Pasar Saham Global Sepanjang Tahun Berjalan 2022 (%)
  • Adanya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter dengan menaikkan tingkat suku bunga, membuat pergerakan sektor pada bulan Januari cukup fluktuatif. Sektor Teknologi mengalami koreksi secara global. Saham small cap teknologi cenderung terkoreksi lebih dalam dibandingkan dengan big cap teknologi.
  • Kepemimpinan sektor berubah pada awal tahun ini di mana sektor Finansial, Energi, dan Material relatif unggul dibandingkan sektor lainnya seiring dengan kenaikan harga komoditas. Sektor yang cenderung defensif seperti Utilitas juga cenderung unggul secara global

Ulasan Makro Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan PDB membaik, perputaran uang masih rendah seiring mobilitas yang masih belum pulih.

  • Sepanjang tahun 2021 PDB Indonesia tumbuh 3,70%, lebih baik dibandingkan tahun 2020, tetapi masih lebih rendah dari level sebelum pandemi yang di kisaran 5%. Pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi pemerintah dan ekspor yang masing-masing tumbuh 4,2% dan 23,9%. Adapun komponen terbesar dalam PDB, konsumsi Rumah Tangga, hanya tumbuh 2,0%.
  • Berbagai stimulus yang digelontorkan pemerintah dan BI dalam menangani pandemi berperan dalam naiknya pertumbuhan jumlah uang beredar. Namun, tingginya uang beredar tersebut tidak sejalan dengan laju inflasi inti, yang menunjukkan bahwa perputaran uang terhambat, baik akibat rendahnya keyakinan pelaku ekonomi maupun akibat restriksi mobilitas sosial ekonomi.
  • Mobilitas ke beberapa destinasi sudah kembali ke level sebelum pandemi meskipun di tengah kenaikan kasus varian Omicron. Workplaces menunjukkan penurunan tajam yang menandakan banyaknya pekerja yang kembali WFH. Mobilitas ke transit stations masih jauh di bawah level sebelum pandemi.

Tema Investasi Khusus: Metaverse
Menjalani kehidupan pada dunia nyata dan dunia digital

  • Mark Elliot Zuckerberg, co-founder dari Facebook dan induk usahanya Meta mengenalkan apa itu metaverse pertama kali pada 29 Oktober 2021. Dalam paparannya, metaverse dapat dipahami sebagai sebuah platform sekaligus dunia virtual yang lebih imersif, yang memungkinkan penggunanya tidak hanya melihat dan menggunakannya melalui layar, namun juga merasakan langsung pengalaman berada di dalam dunia virtual tersebut.
  • Pada metaverse, pengguna dapat melakukan berbagai macam aktivitas mulai dari bekerja, bertemu teman, bermain, hingga berolahraga. Bahkan pengguna juga dapat melakukan aktivitas jual-beli barang virtual seperti pakaian untuk avatar yang digunakan atau rumah virtual sebagai tempat tinggal. Sehingga, tidak menutup kemungkinan bahwa di dalam metaverse terdapat instrumen investasi baru.
  • Contoh investasi yang dapat dilakukan pada metaverse adalah investasi properti virtual. Pada dasarnya, transaksi pada metaverse menggunakan konsep seperti NFT. Sehingga, instrumen investasi tidak hanya terpaku pada properti virtual, namun bisa dalam bentuk apapun yang dirasa langka dan memiliki permintaan tinggi serta memungkinkan adanya pertumbuhan nilai dengan memilikinya.
  • Meski demikian, metaverse juga memiliki beberapa risiko, antara lain risiko kecanduan, keamanan, cidera, isu sosial, dan juga risiko yang berkaitan dengan privasi pengguna. Hingga saat ini, tim metaverse masih terus dikembangkan untuk meminimalisir risiko-risiko yang ada.
  • Pada akhirnya kami terus menyarankan pada investor untuk terus berhati-hati dalam berinvestasi serta mempelajari secara dalam produk atau instrumen investasi yang akan dimiliki.

Baca ulasan ekonomi bulan Februari 2022 lebih lengkap, unduh file PDF.