SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat, 21 Januari 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat, 21 Januari 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada hari perdagangan terakhir (19/1). Indeks Dow Jones melemah sebesar –0.89% sementara S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi sebesar –1.1% dan –1.3% secara berturut-turut.

Dari Eropa, indeks FTSE terkoreksi sebesar –0.06% sementara indeks DAX Jerman tumbuh sebesar 0.65% setelah imbal hasil obligasi 10 tahunnya memasuki zona positif untuk pertama kalinya sejak Mei 2019. Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat sebesar 0.53% pada hari perdagangan terakhir.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp 14.351. Perdagangan minyak Brent tercatat melemah sebesar –1.16% diperdagangkan pada US$ 86.34 per barel sedangkan Crude WTI terkoreksi sebesar –2.5% diperdagangkan pada level US$ 83.42 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terkoreksi sebesar -0.98% diikuti oleh NIKKEI Jepang yang melemah sebesar sebesar –1.71%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat tercatat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi masing-masing sebesar –0.36%, -0.6% dan -0.96%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menyatakan tidak akan bertindak seagresif Federal Reserve dalam menanggapi inflasi. Dia mengatakan bahwa ECB punya banyak alasan untuk tidak segera menaikkan suku bunga seiring dengan kenaikan harga. Menurutnya, AS dan Eropa berada di situasi yang sangat berbeda. Selain itu, Inflasi jauh lebih lemah di wilayah euro dan kemajuan pemulihan ekonomi kawasan ini juga belum semaju di AS. Pasar uang sedang menguji tekad ECB untuk menunggu lonjakan harga, bertaruh pada kenaikan suku bunga segera setelah September. Patokan imbal hasil surat utang Jerman juga naik di atas nol untuk pertama kalinya dibanding level sebelum pandemi pada Rabu. (Bisnis)

Sepanjang tahun 2021, pemerintah telah merealisasikan pencairan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke daerah sebesar Rp 6,8 triliun. Dana ini dicairkan kepada 31 pemerintah daerah (pemda). Direktur Jenderal (Dirjen) Perimbangan Keuangan Kemkeu Astera Primanto Bhakti merinci, pinjaman tersebut terdiri dari pinjaman PEN daerah melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kepada 18 pemda sebesar Rp 1,98 triliun dan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) kepada 13 pemda sebesar Rp 4,82 triliun. (Kontan)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—21-Januari-2022.pdf