SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu, 19 Januari 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu, 19 Januari 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada hari perdagangan terakhir (19/1). Indeks Dow Jones melemah sebesar –1.51% sementara S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi sebesar –1.84% dan –2.6% secara berturut-turut.

Dari Eropa, indeks acuan Euro Stoxx terkoreksi sebesar -0.97% diikuti oleh indeks FTSE yang melemah sebesar -0.63%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah sebesar -0.47% pada hari perdagangan terakhir.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp 14.363. Perdagangan minyak Brent tercatat menguat sebesar 0.58% diperdagangkan pada US$ 89.02 per barel sedangkan Crude WTI menguat sebesar 1.84% diperdagangkan pada level US$ 86.38 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan kembali terkoreksi sebesar –0.12% diikuti oleh NIKKEI Jepang yang melemah sebesar sebesar –1.91%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat tercatat bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow Jones menguat sebesar 0.07% sementara S&P 500 dan Nasdaq melemah sebesar –0.03% dan –0.14%

Isu Ekonomi dan Pasar

Bank sentral Jepang atau BoJ merevisi prakiraan inflasi pada Selasa (18/1) dan menyesuaikan pandangannya tentang risiko kenaikan harga-harga. Di saat yang sama BoJ mempertahankan kebijakan pelonggaran moneter karena ekonomi Jepang masih dihadapkan pada ketidakpastian pandemi Covid-19. Ketika harga-harga naik dengan cepat di negara lain, inflasi Jepang tetap relative lemah dan masih jauh di bawah target 2% yang telah lama dipertahankan. Banyak pihak menilai perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu. Dalam laporan triwulanan tentang indeks harga dan ekonomi, BoJ menyatakan pihaknya memperkirakan inflasi 1,1% untuk tahun fiskal hingga Maret 2023. Angka ini naik dari perkiraan 0,9% hingga Maret 2022. BoJ juga merevisi perkiraan inflasi untuk tahun fiskal hingga Maret 2024 menjadi 1,1% dari sebelumnya 1,0%, membuat proyeksi untuk tahun ini relatif tidak berubah. (Investor Daily)

Pemerintah menargetkan percepatan pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster bagi masyarakat. Program vaksinasi yang berlangsung sejak 12 Januari 2022 lalu menargetkan sebanyak 21,5 juta orang. Perinciannya 3,4 juta orang kelompok masyarakat lanjut usia dan 18 juta dari kelompok 18 tahun ke atas. Dari target ini, realisasi vaksinasi dosis ketiga per 17 Januari 2021 baru mencapai 170.095 orang. Sedangkan untuk periode  Februari 2022, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin Selasa (18/1) mengatakan, pemerintah menargetkan vaksinasi booster dapat diberikan kepada 13,7 juta orang sasaran. Percepatan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga ini menjadi salah satu upaya pemerintah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 varian omicron. (Kontan)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—19-Januari-2022.pdf