SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa, 18 Januari 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa, 18 Januari 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat libur pada hari Senin 17 Januari 2022 dalam rangka memperingati hari Martin Luther King Jr.

Dari Eropa, indeks acuan Euro Stoxx menguat sebesar 0.7% diikuti oleh indeks FTSE yang tumbuh sebesar 0.91%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah sebesar -0.72% pada hari perdagangan terakhir.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp 14.317. Perdagangan minyak Brent tercatat menguat sebesar 0.15% diperdagangkan pada US$ 86.69 per barel sedangkan Crude WTI menguat sebesar 0.1% diperdagangkan pada level US$ 83.86 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan kembali terkoreksi sebesar –0.05%, sementara indeks NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 0.69%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat tercatat bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow Jones dan S&P 500 menguat sebesar 0.13% dan 0.08% sementara Nasdaq terkoreksi sebesar –0.05%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Neraca perdagangan masih mencetak surplus di sepanjang tahun 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan pada tahun lalu sebesar US4 35,34 miliar. Otoritas statistik menyatakan, surplus neraca perdagangan tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2021, neraca transaksi berjalan diperkirakan mencetak surplus. Namun, pada tahun 2022, karena impor diperkirakan meningkat, maka ada potensi defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) di bawah 1% Produk Domestik Bruto (PDB). Kondisi ini juga bakal memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Belum lagi, ada risiko yang membayangi nilai tukar rupiah dari pengetatan kebijakan moneter bank-bank sentral di seluruh dunia. Namun begitu, Bank Indonesia (BI) memiliki amunisi kuat berupa cadangan devisa yang tambun dan juga kesiapan intervensi untuk menjaga pergerakan nilai tukar rupiah. (Kontan)

China berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8,1 persen sepanjang 2021, meski menunjukkan pelemahan di kuartal terakhir. Pertumbuhan PDB meningkat hingga 114,37 triliun yuan atau sekitar US$18 triliun pada tahun lalu, menurut Biro Nasional Statistik China (NBS) pada Senin (17/1/2022). Adapun pertumbuhan pada kuartal IV/2021 tercatat PDB yang hanya 4 persen pada kuartal IV/2021, lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Xinhua melaporkan bahwa pencapaian yang diperoleh dengan susah payah itu menandai tonggak ekonomi baru bagi ekonomi China setelah PDB negara itu meningkat 2,3 persen menjadi 101,59 triliun yuan (US$16 triliun) pada 2020. (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—18-Januari-2022.pdf