SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin, 17 Januari 2022 | Samuel Aset Manajemen
Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin, 17 Januari 2022

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada hari perdagangan Jumat (14/1). Indeks Dow Jones terkoreksi sebesar –0.56%. sementara S&P 500 dan Nasdaq menguat sebesar 0.08% dan 0.59%  secara berturut-turut.

Dari Eropa, indeks acuan Euro Stoxx tercatat melemah sebesar –1.01% diikuti oleh indeks FTSE yang terkoreksi sebesar -0.28%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat sebesar 0.53% pada hari perdagangan terakhir.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp 14.330. Perdagangan minyak Brent tercatat menguat sebesar 0.04% diperdagangkan pada US$ 86.41 per barel sedangkan Crude WTI menguat sebesar 0.56%% diperdagangkan pada level US$ 83.77 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terkoreksi sebesar –1.11%, sementara indeks NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 0.86%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat tercatat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi masing-masing sebesar -0.08%, -0.17% dan -0.38%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan hunian khususnya untuk kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sayangnya, upaya tersebut masih dibayangi sejumlah kendala.  Salah satu upaya pemerintah untuk menggenjot pemenuhan hunian adalah bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program yang semula dikelola Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) resmi beralih ke BP Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) pada akhir tahun lalu.  Sepanjang 2011, penyaluran dana FLPP ditutup dengan angka tertinggi sejak dimulainya penyaluran pada 2010, yakni sebanyak 178.728 unit dengan nilai Rp19,57 triliun. Pada tahun ini, Kementerian PUPR menargetkan KPR FLPP dapat membiayai sebanyak 200.000 rumah dengan anggaran sebesar Rp23 triliun. Tetapi program Subsidi Selisih Bunga (SSB) sudah tidak ada lagi pada tahun ini. (Bisnis)

Pemerintah Amerika Serikat mulai membidik Non-fungible token (NFT) untuk menjadi objek pajak seiring dengan derasnya perhatian investor terhadap pasar aset kripto senilai US$44 miliar ini. Hal ini menjadi kejutan terbaru dari Washington bagi peminat NFT. Saat ini, kebijakan perpajakan pada token ini belum jelas, membuat kolektor NFT panik untuk menghitung berapa banyak yang harus mereka keluarkan. Pajak ini akan memburu penggemar NFT seperti Justin Bieber hingga Melania Trump yang nilainya mencapai miliaran dolar dan tarif setinggi 37%, menurut ahli pajak. Pejabat Internal Revenue Service (IRS), badan pengumpul pajak AS, mengatakan sudah siap untuk menindak keras pengemplang pajak. Chief Operating Officer TokenTax Arthur Teller memperkirakan total tagihan pajak NFT bisa mencapai miliaran dolar AS. (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—17-Januari-2022.pdf