Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 11 Mei 2021

Kilas Pasar

 

Pasar global bergerak melemah secara kompak pada Senin (10/5). Dow turun 34,94 poin atau 0,10% menjadi 34.742,82. Kemudian S&P 500 juga turun 1,04% menjadi 4.188,43, begitupun Nasdaq yang turun paling dalam 2,55% menjadi 13.401,86. Dari Eropa, FTSE turun 0,08% atau 6,03 poin menjadi 7.123,68 sementara Stoxx600 naik 0,10% atau 0,46 poin menjadi 445,39.

 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.197.5. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent pagi ini melemah masing-masing sebesar 0,46% dan 0,42%. Hari ini Nikkei 225 dibuka turun 2,07% begitupun Kospi dibuka melemah 1,29%. Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq futures melemah masing-masing 0,10%, 0,28%, dan dan 0,52%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Pemerintah negara-negara Afrika mengaku terkejut dengan perjuangan India untuk melawan gelombang baru infeksi virus corona Covid-19. Afrika khawatir bakal kekurangan vaksin buatan Indian dalam jangka panjang, sementara vaksin tersebut sangat dibutuhkan untuk membantu melindungi rakyat Afrika. India yang kerap dijuluki sebagai apotek dunia mer upakan salah satu pemasok terbesar vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca di bawah program Covax – yang bertujuan membantu pelaksanaan vaksinasi di negara-negara miskin. (Investor Daily)

 

Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia berangsur meningkat. Ini tercermin dari hasil survei Bank Indonesia (BI) pada April 2021 terkait Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang sebesar 101,5 atau sudah masuk ke zona optimistis, membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang di level 93,4 atau masih berada di zona pesimistis. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, kembalinya IKK ke zona optimistis dengan level di atas 100 pada April 2021 merupakan yang pertama sejak mengalami penurunan hingga masuk zona pesimistis pada April 2020. (Investor Daily)

 

Seorang pejabat WHO mengatakan pada hari Senin bahwa mereka mengklasifikasi ulang varian Covid yang sudah bermutasi untuk kali ketiga yang sangat menular yang menyebar di India sebagai “variant of concern,” yang menjadikannya ancaman kesehatan global. Varian baru yang dikenal sebagai B.1.617, telah ditemukan dalam studi pendahuluan untuk menyebar lebih banyak dan lebih mudah daripada virus asli dan ada beberapa bukti bahwa virus mungkin dapat menghindari beberapa perlindungan yang diberikan oleh vaksin. (CNBC)

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—11-Mei-2021.pdf