Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 7 Mei 2021

Kilas Pasar

 

Pasar global mayoritas menguat pada perdagangan Kamis (6/5). Dow naik 318,19 poin atau 0,93% menjadi 34.548,53. Kemudian S&P 500 juga naik 0,82% menjadi 4.201,62, begitupun Nasdaq yang naik 0,37% menjadi 13.632,84. Dari Eropa, FTSE naik 0,52% atau 36,87 poin menjadi 7.076,17. Berbeda dari bursa global keseluruhan, Stoxx600 turun 0,12% atau 0,53 poin menjadi 441,02.

 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.319. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini menguat sebesar 0,20% sedangkan Brent turun tipis 0,02%. Hari ini Nikkei 225 dibuka melemah 0,31% sedangkan Kospi dibuka menguat 0,19%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones dan S&P 500 melemah masing-masing 0,11% dan 0,05% sedangkan Nasdaq menguat 0,09%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Pemulihan perekonomian Indonesia semakin cepat sejak awal 2021, sehingga pengusaha bisa mulai membayar Tunjangan Hari Raya (THR) yang totalnya diperkirakan Rp 150 triliun. Masyarakat sudah menarik uang tunai Rp 99 triliun dari perbankan hingga H-7 Lebaran, dan diproyeksikan menembus Rp 152,14 triliun pada momen Idul Fitri tahun ini atau melonjak 39,33% dibanding tahun lalu. Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Imaduddin Sahabat mengatakan, bank sentral telah menyiapkan uang kartal Rp 152,14 triliun untuk kebutuhan penarikan uang tunai oleh masyarakat dari perbankan pada periode Lebaran tahun ini (Investor Daily)

 

Pemerintahan Biden kemungkinan akan mempertahankan tekanan pada China dengan mempertahankan batasan pada investasi AS di perusahaan China tertentu yang diberlakukan di bawah mantan Presiden Donald Trump, melawan permohonan dari Wall Street untuk melonggarkan pembatasan. Daftar hitam perusahaan Trump yang terkait dengan militer China, yang diumumkan pada November, mencakup tiga perusahaan telekomunikasi terbesar di negara itu. Presiden Joe Biden mencoba untuk menavigasi hubungan dengan Beijing, karena ketegangan berkobar atas berbagai masalah mulai dari perdagangan hingga hak asasi manusia hingga postur militer di Laut China Selatan. Sementara itu, China telah mendesak negara-negara Barat untuk tidak terlibat dalam urusannya setelah para menteri luar negeri G-7 bersatu di balik serangkaian keluhan dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. (Bloomberg)

 

Bank of England (BoE) menyatakan bahwa perekonomian Inggris tahun ini akan pulih lebih kuat dari perkiraan. Karena Pemerintah Inggris telah melonggarkan aturan karantina terkait pandemic virus corona Covid-19 lebih cepat dari antisipasi awal. Prospek yang membaik itu menyusul bank sentral Inggris mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di level rendah 0,1% pada pertemuan kebijakan reguler pekan ini. (Investor Daily)

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-Mei-2021.pdf