Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 6 Mei 2021

Kilas Pasar

 

Pasar global mayoritas bergerak menguat pada perdagangan Rabu (5/5). Dow naik 97,31 poin atau 0,29% menjadi 34.230,34. Kemudian S&P 500 juga naik 0,07% menjadi 4.167,59, sedangkan Nasdaq melemah 0,37% menjadi 13.582,42. Dari Eropa, FTSE naik 1,68% atau 116,13 poin menjadi 7.093,30 sama seperti Stoxx600 yang naik 1,82% atau 7,90 poin menjadi 441,55.

 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.435. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini melemah sebesar 0,82% begitupun dengan Brent yang turun 0,28%. Hari ini Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat masing-masing sebesar 1,30% dan 0,30%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq futures juga menguat tipis masing-masing 0,01%, 0,01% dan 0,09%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Arah pertumbuhan ekonomi nasional sudah berada di jalur yang tepat (on the right track). Kontraksi produk domestik bruto (PDB) yang mengecil pada kuartal I-2021 akan menjadi landasan yang kuat bagi perekonomian domestik untuk tumbuh 6,9-7,8% pada kuartal II-2021. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto mengungkapkan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2021 masih terkontraksi atau minus 0,74% secara tahunan (year on year/ yoy). Angka itu membaik dibanding kuartal IV-2020 yang minus 2,19%, namun jauh lebih rendah dari kuartal sama tahun silam yang masih positif 2,97%. “Kontraksi pada kuartal I-2021 yang mengecil menunjukkan bahwa tanda-tanda pemulihan ekonomi akan semakin nyata,” tegas Suhariyanto saat mengumumkan pertumbuhan PDB kuartal I-2021 di Jakarta, Rabu (5/5). (Investor Daily)

 

Hampir setengah dari pekerja Australia dan Selandia Baru mengatakan mereka kemungkinan akan mengundurkan diri dari pekerjaan mereka jika mereka tidak mendapatkan fleksibilitas yang memadai setelah Covid, menurut penelitian baru. Sekitar 47% karyawan yang disurvei oleh Ernst & Young mengatakan mereka mungkin akan berhenti daripada kembali ke jadwal kerja yang kaku seperti dulu. Jika diberi pilihan, 52% lebih menyukai fleksibilitas saat mereka bekerja, dibandingkan dengan 40% yang menginginkannya di tempat mereka bekerja. Tetapi 70% responden juga percaya bahwa pekerjaan jarak jauh sepenuhnya akan memengaruhi peluang karier mereka. Sebuah survei Accenture minggu ini menemukan hampir 80% pejabat layanan keuangan Amerika Utara menginginkan pekerja kembali ke kantor selama empat atau lima hari seminggu ketika pandemi telah berlalu, hal ini direspon oleh para karyawan dengan keyakinan yang rendah. (Bloomberg)

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—6-Mei-2021.pdf