Samuel Aset Manajemen

Buletin Bulanan – Maret 2021: Blockchain dan Cryptocurrency

Ulasan Pasar

  • Pasar saham global cenderung mengalami penguatan sejak awal tahun hingga bulan Februari 2021, meskipun ada beberapa indeks saham yang masih mencatatkan hasil negatif sepanjang tahun berjalan 2021. Indeks saham Afrika Selatan (FTSE/JSE) mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara indeks saham Brazil (Ibovespa) mencatatkan pelemahan terbesar.
  • Mayoritas indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil yang positif, dipimpin oleh indeks saham Jepang (Nikkei 225), diikuti oleh Eropa (Stoxx Europe 600), Amerika Serikat (S&P 500), dan Inggris (FTSE 100). §Indeks saham negara-negara di kawasan Asia kembali memimpin dan melanjutkan penguatan sejak awal tahun. Indeks saham Taiwan (TWSE), Hong Kong (Hang Seng), Jepang (Nikkei 225), Korea (Kospi), dan Sensex (India) mencatatkan hasil yang positif. Di sisi lain, indeks saham di sebagian kawasan ASEAN dan Amerika Latin cenderung mengalami pelemahan sejak awal tahun.
  • Sektor Finansial, Komoditas, dan Industrial cenderung menjadi sektor yang berkinerja terbaik secara global sejak awal tahun. Sektor-sektor yang cenderung defensif (Konsumsi, Kesehatan, dan Utilitas) memiliki kinerja yang tertinggal dibandingkan indeks acuannya. Hal ini dapat dikatakan positif karena menunjukkan keyakinan investor lebih kepada sektor-sektor yang berpotensi diuntungkan dari pemulihan ekonomi.
  • Kenaikan imbal hasil Surat Utang Pemerintah AS menunjukkan adanya ekspektasi pasar akan pemulihan ekonomi yang lebih baik ke depannya. Namun, terkadang kenaikan imbal hasil Surat Utang Pemerintah AS yang terlalu cepat dapat menimbulkan kekhawatiran di pasar finansial dalam jangka pendek.

Ulasan Khusus : Blockchain dan Cryptocurrency

  • Blockchain adalah sistem pencatatan data yang tersebar luas di banyak komputer yang masing-masing memuat catatan yang identik. Dengan catatan yang identik tersebar pada banyak komputer, maka hampir tidak mungkin untuk melakukan kecurangan atau meretas data yang sudah masuk ke dalam sistem tersebut.
  • Sistem blockchain digunakan dalam transaksi mata uang kripto (cryptocurrency), sehingga tidak lagi memerlukan jasa pihak ketiga seperti bank untuk menjamin transaksi karena sudah diverifikasi oleh seluruh pihak dalam sistem blockchain.
  • Terdapat 2 cara untuk memperoleh mata uang kripto, yakni dengan menukarkan uang fiat atau dengan melakukan penambangan digital. Penambangan mata uang kripto pada dasarnya adalah pemberian upah atas usaha para penambang dalam memecahkan persoalan matematis yang merupakan bagian proses dari verifikasi transaksi (ilustrasi pada Grafik 11).
  • Bitcoin adalah mata uang kripto pertama di dunia yang diciptakan tahun 2008 oleh pihak bernama Satoshi Nakamoto (hingga saat ini belum diketahui identitas asli Satoshi Nakamoto). Bitcoin hanya diluncurkan sebanyak 21 juta unit dan belum seluruhnya diterbitkan ke pasar. Setiap kali proses penambangan dilakukan, maka saat itulah Bitcoin baru diterbitkan ke pasar sebagai upah para penambang.
  • Hingga saat ini, perubahan nilai mata uang kripto terutama Bitcoin disinyalir akibat faktor perubahan permintaan dan penawaran dari Bitcoin itu sendiri. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa jumlah maksimal dari bitcoin adalah 21 juta unit, sementara penggunanya terus bertambah, sehingga menciptakan kelangkaan.
  • Terdapat teori yang menyebutkan bahwa nilai intrinsik dari Bitcoin adalah dari total energi yang digunakan untuk melakukan penambangan. Selain Bitcoin, terdapat banyak mata uang kripto lain dengan karakteristik dan kegunaan yang berbeda, antara lain: Ether, Cardano, Binance, dan Tether.
  • Volatilitasnya yang tinggi menyebabkan Bitcoin memiliki risiko yang tinggi apabila digunakan sebagai alat tukar. Meski demikian, penerapan sistem blockchain dalam dunia keuangan merupakan sebuah inovasi yang dapat untuk dipertimbangkan.

Unduh file PDF untuk membaca lebih lengkap!