Samuel Aset Manajemen

Buletin Bulanan – Januari 2021: Tema & Strategi Investasi Tahun 2021

Tren Positif Global Berlanjut Setelah Jeda Besar

  • Indeks saham global melanjutkan tren kenaikannya setelah sempat tertahan sepanjang tahun 2018-2020 akibat adanya tensi perang dagang dan pandemi COVID-19. Sebuah pepatah mengatakan: “Bull markets go up on an escalator, bear markets go down on an elevator” – Peter Brandt.
  • Mayoritas indeks saham global telah menyentuh atau bahkan melebihi level yang sama pada tahun 2018 dan/atau level sebelum pandemi pada akhir tahun 2019.
  • Tren positif ini didukung oleh masifnya stimulus moneter dan fiskal yang dilakukan di seluruh dunia disertai meningkatnya keyakinan investor paska rilisnya hasil uji klinis vaksin yang lebih baik dari ekspektasi.
  • Sektor-sektor yang berkaitan dengan Teknologi dan Informasi menjadi sektor yang berkinerja terbaik secara global pada tahun lalu. Seiring pulihnya aktivitas ekonomi, rotasi sektor terjadi dari ekonomi baru (teknologi, e-commerce) kembali ke ekonomi lama (perbankan, otomotif, properti, komoditas).
  • Kenaikan indeks saham secara global tidak hanya berasal dari naiknya saham-saham berkapitalisasi besar, namun juga dari saham-saham berkapitalisasi menengah dan kecil seperti yang ditunjukkan pada Grafik 2.
  • Secara historis, tren global yang positif berpotensi untuk terus berlanjut hingga setahun ke depan.

Negara Berkembang, Terutama Asia, Akan Memimpin Pertumbuhan Dunia Paska Pandemi

  • Pulihnya ekonomi di kawasan Asia Timur dan Selatan, yang ditunjukkan dari ekspansi pada data manufaktur, dapat membawa dampak yang positif terhadap negara-negara mitra dagang di kawasan Asia Tenggara dan Amerika Latin melalui hubungan ekspor dan impor.
  • Membaiknya harga komoditas yang menjadi barang input manufaktur berpotensi untuk menaikkan nilai ekspor dari negaranegara di Asia Tenggara dan Amerika Latin sebagai pemasok bahan baku.
  • 4 dari 6 mitra dagang terbesar Indonesia adalah negara-negara di kawasan Asia Timur dan Selatan. Kenaikan harga komoditas seperti kelapa sawit, karet, dan batu bara dapat membantu perbaikan ekonomi dari sisi ekspor dan meningkatnya pendapatan masyarakat.
  • Sebagai informasi tambahan dari sisi pasar finansial, sekitar 75% bobot dari indeks acuan negara berkembang, MSCI Emerging Markets Index, terdiri dari negara Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, dan India. Sementara itu, sektor-sektor yang berkaitan dengan teknologi memiliki bobot sekitar 50% dari MSCI Emerging Markets.

Berlimpahnya Likuiditas Meningkatkan Keyakinan Investor

  • Di tengah ketidakpastian global sepanjang tahun 2020, Rupiah relatif mampu bertahan meski sempat menyentuh level 16.500 pada akhir Maret 2020. Kembalinya Rupiah ke level sekitar 14.100 tidak lepas dari banjirnya likuiditas dolar AS, perbaikan neraca dagang, dan berbagai kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia.
  • Seiring pulihnya ekonomi berdampak pula pada pulihnya impor yang dapat menekan neraca berjalan kembali defisit. Maka, diperlukan neraca finansial yang mumpuni baik dari investasi langsung maupun investasi portofolio.
  • Porsi investasi langsung pada sektor sekunder (industri manufaktur) terus menurun, padahal sektor tersebut memberikan nilai tambah yang besar dengan serapan tenaga kerja yang banyak. Omnibus Law diharapkan mampu meningkatkan investasi langsung ke industri manufaktur baik dari domestik maupun asing.

Unduh PDF dan baca ulasan selengkapnya!