Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 24 September 2020

Kilas Pasar

 

Rabu (23/9), indeks saham Amerika Serikat melemah. Dow turun sebesar 525,05 poin, atau 1,9%, menjadi 26.763,13. Kemudian S&P 500 ditutup 2,4% lebih rendah menjadi 3.236,92. Sementara Nasdaq Komposit turun paling dalam sebesar 3% menjadi 10.632,99.

 

Hal yang berbeda terjadi pada pasar saham Eropa, dimana FTSE naik sebesar 69,80 poin atau 1,20% menjadi 5.899,26 sementara Stoxx600 juga naik 1,98 poin atau 0,55% menjadi 359,53.

 

Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.815,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent melemah bersamaan masing-masing sebesar 1,35% dan 0,36%,

 

Prediksi Hari Ini

 

Pasar diperkirakan melemah hari ini akibat sentimen negatif dari pasar Asia maupun indeks futures di Amerika Serikat. Pagi ini indeks Nikkei 225 dibuka melemah sebesar 0,95% sementara Kospi dibuka melemah sebesar 1,61%. Di sisi lain indeks futures di Amerika Serikat juga melemah. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,20%, 0,29% dan 0,54%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) menyebutkan kedatangan kapal kontainer di pelabuhan seluruh dunia yang pada pertengahan Juni anjlok 8,5% YoY menjadi 8.722 calls per pekan, mulai naik pada awal Agustus menjadi 9.265 calls per pekan meskipun masih 3% di bawah pencapaian setahun lalu. Lebih detail, China dan Hong Kong tumbuh 4,1%. Sayangnya, kedatangan kapal kontainer di Amerika Utara dan Eropa masih terkontraksi cukup dalam, masing-masing 16,3% dan 13,2% di bawah realisasi 2019. Adapun performa di Asia Tenggara hampir mencapai level tahun sebelumnya dengan penurunan hanya 0,5%.

 

Realisasi defisit APBN 2020 hingga Agustus lalu tercatat sebesar Rp500,5 triliun, setara 3,05% dari produk domestik bruto (PDB) atau 48,2% dari pagu Perpres 72/2020 yang sebesar Rp 1.039,2 triliun. Dibandingkan defisit periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 197,9 triliun, angka ini mengalami kenaikan hingga 152,9%. Defisit inipun masih diperkirakan akan melebar ditengah tekanan pandemi Covid-19.

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—24-September-2020.pdf