Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 16 September 2020

Kilas Pasar

 

Indeks saham Amerika Serikat tercatat menguat pada perdagangan Selasa (15/9). Dow ditutup 2,27 poin lebih tinggi menjadi 27.995,60. S&P 500 naik 0,5% menjadi 3.401,20. Sementara Nasdaq Composite naik 1,21% menjadi 11.190,32.

 

Dari pasar saham Eropa, indeks juga tercatat menguat. FTSE naik 79,29 poin atau 1,32% menjadi 6.105,54 sementara Stoxx600 naik 2,45 poin atau 0,66% menjadi 370,96. Kenaikan atau reli pada pasar saham global didorong oleh data ekonomi positif dari Tiongkok dan kenaikan produksi dari pabrik di Amerika.

 

Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.845,0, menguat dari penutupan sebelumnya di Rp 14.860,0. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI menguat sebesar 0,50%, sementara Brent naik tipis sebesar 0,02%,

 

Prediksi Hari Ini

 

Pasar diperkirakan mix cenderung melemah hari ini karena sentimen negatif dari pasar Asia. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka melemah masing-masing sebesar 0,08% dan 0,06%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga melemah. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,12%, 0,18% dan 0,38%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Penjualan ritel Tiongkok naik pada Agustus 2020, pertama kali sejak pandemi virus corona Covid-19 melanda. Data resmi yang dirilis pada Selasa (15/9) menunjukkan sentimen konsumen naik 0,5% sepanjang tahun hingga bulan lalu. Sementara itu, tingkat pengangguran perkotaan turun tipis menjadi 5,6%.

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2020 mengalami surplus US$ 2,33 miliar, jauh lebih besar dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya surplus US$ 92,6 juta. Lonjakan surplus neraca perdagangan tetap terjadi saat kinerja ekspor turun, karena pada saat yang sama nilai impor mengalami penurunan yang jauh lebih tajam.

 

Pemerintah mengalokasikan penyertaan modal negara (PMN) kepada badan usaha milik negara (BUMN) pada 2021 sebesar Rp 37,38 triliun. Angka ini naik 18,74% dibandingkan tahun ini sebesar Rp 31,48 triliun, sesuai dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2020. Dana PMN akan disalurkan kepada delapan perusahaan BUMN, yakni PT Sarana Multigriya Finansial, PT Hutama Karya, PT PLN, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT BPUI, PT Pelindo III, PT PAL Indonesia, dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma.

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—16-September-2020.pdf