Samuel Aset Manajemen

SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 14 September 2018


Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi penguatan indeks berlanjut hari ini didukung dengan naiknya indeks di sebagian besar bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sedangkan mata uang Asia kompak melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah di kisaran sempit antara Rp.14.850 s.d Rp.14.860 per USD (kurs tengah Bloomberg) dengan penjagaan BI.

Dirjen Anggaran memastikan pelemahan rupiah akan mengurangi defisit anggaran karena pelemahan rupiah akan mendongkrak penerimaan pajak dan PNPB. Dengan perkiraan akhir tahun, nilai tukar rupiah akan mencapai ratarata Rp.14.100 per USD, sehingga ada pelemahan sebesar 700 poin, maka akan ada tambahan penerimaan Negara sebesar Rp.26,6 triliun – Rp.35,7 triliun. Potensi tersebut bisa mengurangi defisit anggaran.

ECB pertahankan kebijakan suku bunganya sebesar 0% dan tetap melakukan QE senilai 15 miliar euro dari September dan berakhir pada Desember 2018. Dari AS tingkat inflasi bulan Agustus melambat menjadi 2,7% yoy dari 2,9% yoy pada Juli. Kendati demikian kemungkinan besar the Fed akan naikkan suku bunganya pada pertemuan 25-26 September ini.

 

 

Terima kasih

 

Regards,

 

Lana Soelistianingsih

Chief Economist and Head of Research

 

PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

 

Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-14-September-2018.pdf