Samuel Aset Manajemen

Menabung di Reksa Dana? Mengapa Tidak!

Apakah investasi reksa dana bisa dijadikan pilihan alternatif untuk menabung?
Ternyata jawabannya adalah bisa! Mengapa demikian? Karena terdapat jenis reksa dana yang memiliki risiko minim seperti tabungan dan deposito, tetapi tetap dapat memberikan potensi keuntungan yang lebih besar dengan dana yang lebih terjangkau dan fleksibel.

Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi yang cocok bagi siapa saja, termasuk yang terbatas dalam hal waktu, dana, informasi, dan pengetahuan mengenai investasi. Dengan berbagai pilihan tipe reksa dana, alternatif pilihan ini pun bisa dijadikan alternatif sebagai tempat untuk menabung.

Setidaknya, ada dua manfaat yang didapat dari menabung di reksa dana. Pertama adalah imbal hasil yang optimal. Pada umumnya, tingkat imbal hasil reksa dana pasar uang biasanya lebih tinggi dibandingkan jasa giro atau tabungan dan deposito. Kedua, menabung di reksa dana terbilang cukup mudah dan murah karena tidak perlu menyisihkan dana yang besar dan jumlahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan menabung dan tujuan yang ingin dicapai.

Buktinya adalah jika dibandingkan dengan deposito. Untuk menabung di deposito, biasanya dibutuhkan dana minimal, misalnya Rp 5 juta-Rp 10 juta. Sedangkan dengan menabung di reksa dana hanya membutuhkan dana sekitar Rp 100 ribu.

Selain itu, deposito memiliki jangka waktu dan tak bisa diambil kapan saja. Reksa dana bisa melakukan penarikan dana kapan saja dan tidak memiliki jangka jatuh tempo. Memang, waktu yang dibutuhkan untuk penarik tidak secepat menarik dana via ATM. Biasanya dibutuhkan waktu dua-tiga hari kerja.

Lalu, tipe reksa dana apa yang cocok untuk menabung? Reksa Dana Pasar Uang merupakan pilihan yang tepat. Reksa Dana Pasar Uang merupakan tipe reksa dana yang menanamkan dananya pada instrumen investasi pasar uang, seperti deposito, SBI, dan Efek bersifat Utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun. Tipe ini memiliki potensi risiko paling rendah dibandingkan tipe reksa dana lainnya.

Bagaimana dari segi keamanan dan risiko kehilangan dana yang telah diinvestasikan? Investasi ini dikelola oleh perusahaan Manajer Investasi yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seperti investasi lainnya, Reksa Dana Pasar Uang juga memiliki risiko dan tidak dijamin. Oleh karena itu, pastikan memahami semua risiko yang mungkin terjadi sebelum membelinya.

Samuel Aset Manajemen (SAM), sebuah perusahaan manajer investasi karya anak bangsa, memiliki  SAM Dana Kas yang merupakan produk reksa dana pasar uang dengan memberikan tingkat pengembalian yang menarik serta likuiditas yang tinggi. Hal ini berkat strategi penempatan pada instrumen pasar yang dipilih secara selektif guna
memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu singkat.

Strategi utama SAM Dana Kas adalah menempatkan sebagian besar dana kelolaan dalam instrumen obligasi yang umumnya memiliki imbal hasil lebih tinggi dibandingkan dengan deposito. Dalam pemilihan obligasi, SAM akan memilih obligasi dengan imbal hasil yang tinggi, likuiditas yang tinggi, serta aman secara fundamental perusahaan sehingga tingkat risiko pun dapat diminimalisasi.

Komposisi SAM Dana Kas saat ini adalah 75% di obligasi yang memiliki sisa jatuh tempo di bawah satu tempo dan 25% di instrumen pasar uang lainnya. SAM Dana Kas diperkirakan dapat memberi return sekitar 6,5% net dalam satu tahun ke depan. Biaya yang ditagihkan ke investor pun terbilang kecil, yaitu hanya biaya manajer investasi maksimal 1,5% per tahun dan imbal jasa bank kustodian maksimal 0,15% per tahun. Sekadar informasi, SAM Dana Kas menggunakan CIMB Niaga sebagai bank kustodian.

Menarik bukan? Bagi yang ingin mendapatkan informasi atau bertanya-tanya seputar investasi atau SAM Dana Kas, bisa mengunjungi www.sam.co.id atau hubungi (021) 28548800. Menabung di Reksa Dana? Mengapa Tidak!

====
Adv. Artikel ini juga terbit di Harian Kontan, Kamis, 27 April 2016 Liputan Khusus Reksa Dana.