Samuel Aset Manajemen

Reksadana Terbaru SAM DANA KAS

PT Samuel Aset Manajemen (SAM), pada 10 Februari 2017 yang lalu, untuk pertama kalinya meluncurkan produk reksadana pasar uang yang diberi nama SAM Dana Kas. Bagi yang membutuhkan instrumen investasi jangka pendek, SAM Dana Kas merupakan pilihan menarik dari perusahaan manajer investasi yang telah memiliki rekam jejak yang terpercaya.

Kami merasakan kebutuhan besar di masyarakat akan alternatif investasi jangka pendek yang likuid, bisa dibeli dan ditarik setiap saat, memiliki tingkat volatilitas yang rendah, dan mampu memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dari deposito,” ujar Direktur Utama SAM Agus B. Yanuar. Dia menambahkan, SAM memperkirakan imbal hasil instrumen pasar uang akan meningkat ke depannya sejalan dengan potensi kenaikan tingkat bunga dan inflasi.

Hal ini tentu sangat menarik bagi para calon investor ataupun investor yang sedang ingin mencari ceruk investasi lainnya. Modal yang dibutuhkan pun tidak perlu besar, cukup dengan pembelian awal minimal Rp 100.000,-, Anda sudah bisa memiliki investasi reksadana. Menurut Agus, SAM Dana Kas berpotensi memberikan return sekitar 7% net per tahun. SAM Dana Kas menggunakan CIMB Niaga sebagai Bank Kustodian, dengan pos biaya jasa manajer investasi maksimal 1.5% per tahun dan imbal jasa bank kustodian maksimal 0.15% per tahun.

Pertanyaannya kemudian, apa kelebihan SAM Dana Kas dibanding reksadana pasar uang lainnya yang telah ada di pasar saat ini? Selain memberikan tingkat imbah hasil yang menarik serta likuiditas yang tinggi, para investor SAM Dana Kas juga bisa dengan mudah mengalihkan investasinya ke jenis produk reksa dana SAM lainnya pada Bank Kustodian yang sama.

Strategi utama SAM Dana Kas adalah menempatkan sebagian besar dana kelolaan dalam instrumen obligasi yang umumnya memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan dengan deposito. Dalam pemilihan obligasi, SAM akan berinvestasi pada obligasi dengan imbal hasil yang baik, likuid, serta risiko fundamentalnya terukur dan dapat dikelola. Komposisi SAM Dana Kas saat ini adalah 75% di obligasi yang akan jatuh tempo di bawah satu tahun dan 25% di instrumen pasar uang lainnya.

Bagi investor yang membutuhkan produk yang konservatif, jangka waktu berinvestasinya relatif pendek dan sewaktu-waktu perlu menarik investasinya, reksadana pasar uang adalah produk pilihan yang paling sesuai. Karena efek yang jadi aset dasar reksa dana ini disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

Tentang kondisi ekonomi Indonesia tahun 2017, secara umum SAM memandangnya dengan optimis. GDP Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,18% ditopang oleh konsumsi domestik dan membaiknya harga-harga komoditas utama yang jadi andalan ekspor kita. Secara rata-rata, pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan kita, terutama yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, berkisar antara 12% sampai dengan 13,5%. Dan biasanya akan tercermin pada potensi kenaikan IHSG dengan kisaran yang sama.

Sejalan dengan meningkatnya pemahaman tentang perlunya berinvestasi untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan jangka pendek, menengah dan panjang, partisipasi investor domestik kita di pasar modal, baik dari kalangan institusi maupun perorangan, setiap tahunnya makin meningkat. Hal ini membuat industri keuangan Indonesia semakin tumbuh dan berkembang. SAM yang selama 20 tahun usianya ini menempatkan diri sebagai Your Lifelong Invesment Partner, mengajak masyarakat Indonesia untuk juga menikmati pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut dengan cara berinvestasi di reksa dana yang sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.