Samuel Aset Manajemen

Perencanaan Keuangan: Persiapkan Dana Sedari Dini

Setiap manusia memiliki keinginan yang berbeda-beda dengan kebutuhan dana yang berbeda pula. Besarnya dana tersebut, akan mempengaruhi jangka waktu persiapan. Semakin besar dana yang dibutuhkan, maka akan lebih baik jika melakukan persiapan dari sedini mungkin.

“Sebelum memulai semua persiapan, kita harus memahami terlebih dahulu mengapa kita perlu merencanakannya. Setidaknya ada tiga alasan yang melatarbelakangi hal ini,” ujar Associate Director Chief Business Development Officer PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Ayu Widuri.

Pertama, karena setiap dari kita memiliki kebutuhan dan keinginan dan semua itu membutuhkan dana yang besarannya berbeda. Kedua, faktor inflasi yang akan menggerus nilai uang yang dimiliki. Ketiga, faktor waktu. Setiap dari kita memiliki waktu yang terbatas dalam mengumpulkan uang. Biasanya batasan tersebut adalah usia produktif.

“Berdasarkan ketiga alasan tersebut, kita pun membutuhkan perencanaan yang baik, terutama yang membutuhkan dana besar. Contohnya saja biaya pernikahan, pembelian rumah, pendidikan anak, dan dana pensiun.  Semakin banyak waktu yang dimiliki untuk persiapan, beban yang kita emban pun akan semakin ringan,” ujar Ayu.

Dalam melakukan perencanaan, terdapat tiga langkah yang harus dijalani. Pertama adalah mencatat kebutuhan. Banyak sekali keinginan dan kebutuhan yang dimiliki, tapi apakah pernah kita mencatatnya? Catatlah supaya kita tahu berapa dana yang dibutuhkan. Setelah mencatat, susunlah daftar tersebut berdasarkan skala prioritas karena tentu tak semuanya bisa dipenuhi secara bersamaan.

Kedua, melakukan financial check up. Dalam proses ini, kita akan mengetahui arus keluar masuk kas keuangan. Termasuk di dalamnya jumlah utang yang dimiliki, baik utang konsumtif seperti kartu kredit maupun utang produktif. Ada baiknya juga kita mengumpulkan bon yang dimiliki sehingga kita bisa menelusuri pengeluaran. Dengan adanya catatan tersebut, kita pun bisa mengetahui secara pasti kondisi keuangan. Berdasarkan hal ini kita bisa memulai proses berikutnya, yaitu mengatur dan menyiapkan anggaran.

Dalam mengatur dan menyiapkan anggaran, ada rumus sederhana yang bisa diikuti sebagai permulaan, yaitu 70%, 20%, dan 10%. Persentase 70% digunakan untuk berbagai pengeluaran, dari konsumsi, transportasi, hingga biaya listrik dan telepon. Setelah itu, 20% digunakan untuk investasi atau menabung dan 10% untuk utang konsumtif, seperti kartu kredit.

Seiring berjalannya waktu, kita bisa mengubah komposisi tersebut. Tentunya bukan untuk memperbesar utang konsumtif atau memperkecil persentase investasi dan menabung. Usahakan untuk menekan pengeluaran sehingga angka 70% dapat berkurang dan menambah bagian investasi dan menabung.

“Hal yang harus kita pastikan kemudian adalah penempatan investasi. Tempatkan secara benar sehingga hasil yang kita dapatkan pun akan sesuai dengan yang dibutuhkan,” jelas Ayu. Menurutnya, bagi yang belum berpengalaman dalam berinvestasi, reksadana merupakan salah satu instrumen yang tepat karena kita akan dibantu Manajer Investasi berpengalaman dalam mengelolanya.

“Biasanya SAM akan membantu dari awal sekali. Kami akan membantu mengonsultasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan. Kami juga akan membantu menghitung berapa dana yang dibutuhkan untuk berinvestasi berdasarkan waktu yang dimiliki, misalnya menyiapkan dana untuk pernikahan” tutur Ayu.

Persiapan pernikahan tidak hanya sebatas mental saja, tetapi juga soal keuangan. Walaupun sebagian besar dana biasanya disediakan oleh orang tua, tidak menutup kemungkinan ada juga pasangan yang memutuskan untuk membiayai pernikahan mereka sendiri. “Mempersiapkan dana pernikahan yang sebaiknya disiapkan sejak pertama kali memiliki pekerjaan dan gaji tetap meskipun mungkin Anda masih berstatus lajang atau belum punya  calon pasangan” ujar Ayu. Membuat perencanaan keuangan pernikahan sejak dini dinilai lebih penting dibandingkan harus meminjam uang ketika menikah sehingga harus menyicil tagihan setelahnya. Anda dapat memilih produk keuangan yang sesuai jangka waktu kapan Anda akan menikah. Misalnya, jika Anda berencana menikah tiga sampai lima tahun lagi, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengalokasikan investasi ke produk reksadana.

 Wedding - PrintAds SAM - Feb 2016 - Kontan  -PREVIEW ONLY NOT FOR PREPRESS