Samuel Aset Manajemen

Reksa Dana Sebagai Pilihan Investasi

Masyarakat kita mulai terbiasa menyisihkan sebagian dari penghasilannya dan disimpan untuk digunakan di masa yang akan datang.

Sayangnya, seringkali pertumbuhan simpanan kita tersebut tidak bisa mengimbangi kenaikan harga-harga barang dan jasa. Sehingga kita perlu mengelola keuangan secara lebih cermat untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan kita di masa depan.

Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan pembiayaan jangka panjang seperti pendidikan anak, pembelian aset, dana untuk rekreasi dan hobi, perjalanan religi, aktivitas sosial, dana pensiun serta untuk mengantisipasi kebutuhan lainnya di masa depan, diperlukan produk keuangan yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi.

Salah satu bentuk investasi yang perlu dipertimbangkan untuk menjadi pilihan adalah reksa dana (mutual fund)

Reksa Dana
Reksa Dana merupakan sebuah wadah investasi kolektif dari masyarakat yang dikelola oleh Perusahaan Manajer Investasi resmi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK – dahulu Bapepam).

Ciri Khas Reksa Dana
Sebagai produk publik yang ditujukan bagi investor perorangan dan investor institusi, Reksa Dana memiliki karakteristik sbb:

1. Kepemilikannya atas nama nasabah dan dicatat di Bank Kustodian.
Pada saat penjualan kembali, dananya hanya akan ditransfer ke nama nasabah yang terdaftar, tidak bisa ke nama lain. Sehingga keamanannya dilindungi Undang-Undang.
2. Nilai Investasi Awal Yang Terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja.
3. Keragaman Pilihan Jenis Portofolio.
4. Potensi Imbal Hasil Jangka Panjang yang Optimal.
5. Likuid, mudah dibeli dan dijual kapan saja.
6. Dikelola oleh para profesional yang memiliki izin resmi.

Dilihat dari isi portofolionya, ada 4 jenis reksa dana yang utama, yaitu:
1. Reksa Dana Pasar Uang
Dana yang dikelolanya diinvestasikan di instrumen pasar uang seperti deposito, pasar uang antar bank dan obligasi yang hampir jatuh tempo.
2. Reksa Dana Obligasi. Berinvestasi di efek surat utang (obligasi) pemerintah maupun korporasi.
3. Reksa Dana Campuran. Berinvestasi pada efek saham dan obligasi.
4. Reksa Dana Saham. Reksa dana yang mayoritas portofolionya dalam efek saham.

Dengan ciri khas seperti itu maka produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam yang sesuai dengan tujuan masing-masing investor.

Setiap jenis reksa dana memiliki potensi imbal hasil berdasarkan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih produk yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan jangka waktu berinvestasinya.

Investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya relatif pendek, lebih baik memilih jenis reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap.

Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi portofolio pada efek saham dan obligasinya akan diatur oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

Berapa Imbal Hasil Reksa Dana ?

Sebagai produk investasi, reksa dana mengandung unsur risiko yang lebih tinggi dibanding produk perbankan. Karenanya juga dipengaruhi oleh perkembangan situasi keuangan dunia. Tapi secara historis, pada saat terjadi koreksi pasar finansial seperti sekarang ini, biasanya malah saat yang terbaik untuk membeli atau menambah reksa dana.

Diagram batang di bawah ini menunjukan tingkat bunga, imbal hasil berbagai jenis reksa dana, dan IHSG sepanjang tahun 2012 yang lalu. Sementara tabel di bawahnya merupakan rerata imbal hasil antara tahun 2007 – 2012, dan antara 2009 – 2012.

ImbalHasilReksaDana

Dari tabel terlihat bahwa pada periode 2007 – 2012, meskipun sempat terkoreksi pada tahun 2008 akibat krisis keuangan global, rerata imbal hasilnya masih menarik.
Sementara rerata imbal hasil pasca krisis, pada periode 2009 – 2012, malah menunjukan angka yang sangat tinggi per tahunnya. Sehingga terbukti bahwa investor yang membeli dan menambah produk investasi pada saat koreksi, berpotensi membukukan keuntungan yang lebih tinggi.

Bagaimana Memilih Reksadana?

Setelah kita memahami potensi keuntungan dan potensi risikonya, dengan hampir 900 produk reksa dana yang ada saat ini, bagaimana memilihnya?

Memilih menjadi suatu pekerjaan yang sulit jika Anda tidak mengetahui caranya bukan? Apalagi jika ini adalah investasi pertama kali bagi Anda.

Sebagai Langkah Awal, Kenali tujuan investasi Anda
Akan digunakan sebagai apa dana hasil investasi tersebut? Apakah untuk melindungi dan mempertahankan kekayaan (Wealth Protection) ataukah untuk mengumpulkan kekayaan (Wealth Accummulation). Apakah Anda ingin membeli rumah dan aset lainnya, atau ingin membiayai kuliah anak Anda? Ataukah Anda memiliki rencana lain di kemudian hari, sehingga Anda berinvestasi? Berapa lama Anda berencana berinvestasi?

Dengan mengenali tujuan investasi, maka dapat diketahui profil resiko & investasi dari Anda sendiri, yang selanjutnya menjadi dasar mempermudah mencari reksa dana yang cocok.

1. Kenali profil resiko dan investasi Anda
Dengan bantuan kuesioner untuk mengumpulkan beberapa informasi mengenai Anda, dapat diperkirakan tipe calon investor seperti apakah Anda. Kuesioner ini akan sangat membantu Anda sebagai panduan nantinya memilih reksa dana yang sesuai. (lihat box questioner). Misal, dapat disimpulkan beberapa hal seperti batas investasi sesuai dengan kemampuan dan profil Anda. Apabila tujuan investasi Anda adalah jangka panjang, seperti mempersiapkan biaya anak kuliah atau kebutuhan pensiun, maka reksadana yang tepat untuk anda adalah reksadana jenis pertumbuhan dan pendapatan.

2. Saring reksa dana yang sesuai dengan profil risiko & investasi Anda
Dengan panduan profil resiko dan investasi tersebut, Anda dapat melakukan penyaringan jenis reksa dana apa yang sesuai dengan jangka waktu investasi yang Anda inginkan.

3. Seperti halnya produk lain (misal komputer,kulkas), Anda bisa mendapatkan katalog yang menjelaskan tentang produk tersebut. Melalui Manajer Investasi (MI) atau agen penjual, mintalah prospektus produk reksadana yang tersaring oleh Anda dan pelajari terutama kebijakan dan resiko investasi.

4. Pelajari Kinerja masa lalu reksa dana melalui imbal hasil historis reksa dana, prestasi masa lalu relatif terhadap reksa dana sejenis dan pasar secara keseluruhan (indeks). Beberapa hal penting yang perlu dipelajari pada isi kinerja : garis besar komposisi/alokasi portofolio, imbal hasil, dan strategi investasi manajer investasi ke depan.

5. Kenali Manajer Investasi
Pilihlah Manajer Investasi yang memiliki reputasi baik. Tentunya Anda menginginkan MI Anda memiliki beberapa kualitas seperti :
Integritas, dimana jujur dan keterbukaan informasi dalam melaporkan perkembangan investasi Anda merupakan kunci.
Pengalaman, jika investasi Anda dalam suatu reksadana dalam kurun waktu yang cukup panjang, maka manajemen dan sistem yang baik dan terujilah yang akan menjadi pilihan. Hal ini dapat dipelajari dari berapa lama dan kinerja MI tersebut menjalankan bisnis reksadana.

6. Terakhir, setelah Anda menentukan reksadana mana yang Anda pilih, sebelum Anda melakukan investasi, pelajari tata cara investasi pada reksadana tersebut, termasuk biaya-biaya transaksinya bila ada.

Setelah Anda berinvestasi, jangan lupa untuk terus memantau kinerja dari reksadana Anda melalui laporan yang biasanya dikirimkan oleh Manajer Investasi Anda secara rutin. Ada kalanya Anda harus beralih ke reksadana lain, sekiranya kebijakan, strategi maupun kinerja investasinya tidak sesuai lagi dengan tujuan investasi Anda.

Untuk Anda yang memiliki keterbatasan waktu melakukan pemilihan investasi yang tepat, bantuan financial advisor yang dapat ditemui salah satunya melalui Wealth Management Bank, dapat membantu mengatur keuangan Anda, memilih investasi yang tepat, dan menganalisa kinerja produk maupun MI.

Semoga panduan berinvestasi ini bisa membantu Anda menuju kemakmuran secara finansial.
Selamat Berinvestasi!

***

Ditulis oleh Agus Yanuar, Presdir PT Samuel Aset Manajemen
Artikel dimuat di Harian Nasional 1 September 2013