Samuel Aset Manajemen

Market Commentary Oktober 2012

Investor asing melakukan net buy Rp 2.654 trilun di bulan Oktober dan mendorong IHSG menguat +2.69% MoM.  IHSG hingga bulan Oktober telah naik +13.82% Ytd.  Secara keseluruhan di bulan Oktober tujuh sektor di IHSG menguat dan dua yang melemah.  Penguatan terbesar terjadi di sektor miscellaneous industries yang naik +6.49%, sementara sektor pertambangan turun sebanyak -6.35%

Indeks Dow Jones serta FTSE Asia ex Japan melemah -2.54 dan -0.15% MoM.  Bulan September bursa AS dan Eropa bergerak berlawanan arah.  Indeks di bursa AS melemah di bulan ini dikarenakan lemahnya earning perusahaan-perusahaan AS di kuartal III-2012, sedangkan bursa Eropa menguat memfaktorkan data ekonomi AS yang membaik.  Harga komoditas secara keseluruhan melemah setelah meredanya efek QE3 dari The Fed.  Emas -4.27%, Timah -10.29%, Tembaga -6.41%, Alumunium -9.10%, Minyak Brent –3.32%,  Jagung -0.09%, Gandum +0.5% Kedelai +0.24%.

Yield SUN acuan 10-tahun turun 28.4 basis poin dari awal bulan ke 5.712%.  Kepemilikan asing di SUN per 30 Oktober 2012 naik Rp 8.81 triliun dibanding akhir bulan September menjadi Rp 249.79 triliun.  Rupiah bergerak mendatar di bulan Oktober dan ditutup di level 9,623 per 1 dollar AS atau turun -0.27%

Inflasi bulan Oktober berada di tingkat +0.16 MoM dan +4.61% YoY.  Tingkat inflasi ini berada diatas hasil survei Bloomberg sebelumnya yaitu +0.13% MoM dan +4.59% YoY